Perlu Kamu2 Semua Tau
September 7, 2007
Pilih Mengalah Saat Ortu Oversensi
“Masakannya kok terlalu asin ma?” “Lho, kok uang sakunya kurang pa?” Peringatan! Jangan pernah lontarkan pertanyaan di atas kalau ortu lagi over sensi. Biarlah masakan mama sedikit asin. Ikhlaslah barang sejenak uang sakumu berkurang. Yah, sementara itu lebih baik daripada terkena luapan amarah. Yang penting, teruskan baca. Dari sini kamu bakal mendapat rambu-rambu, tanda-tanda ortu lagi over sensi.
Mari simak cerita dari Dizza Ramadhan di SMA 6. Cowok jago gambar ini bisa membaca sikap ortu yang gampang sensi. Menurutnya, itu sebagai bentuk pelampiasan stress. “Biasanya mamaku yang lebih sering gampang tersinggung. Ya wajar lah, beliau kan sibuk banget. Selain ngurus keluarga, mamaku juga dosen,” jelasnya.
Kata Dizza, mamanya benar-benar nggak bisa diganggu begitu kelar musim ujian. Pasalnya, beliau harus mengoreksi berpuluh-puluh jawaban mahasiswanya. “Kalau lagi sensi, mamaku jadi gampang ngomel. Bahkan ke hal-hal yang sepele sekalipun. Udah gitu susah di-lobby juga. Minta ijin buat ngapa-ngapain susah banget,” ceritanya panjang.
Meski sempat kesal, Dizza berusaha mengerti kondisi mamanya. Dia bakal nggak menyentuh sang mama kalau kelihatan sibuk.
Nggak cuma mama Dizza. Ibunda Aprilina dari SMA GIKI 1 pernah mengalami hal serupa. “Mamaku tergolong workaholic. Beliau nggak suka nganggur tanpa ngerjain sesuatu. Tapi, begitu punya banyak hal yang harus dikerjain, mama malah jadi bingung dan ujung-ujungnya gampang tersinggung,” terangnya.
Tentu saja Aprilina berusaha memahami. Dia nggak ingin memberatkan beban ibu yang menurutnya udah berat. “Aku maklum kalau ibu mudah tersinggung. Beliau pasti lagi banyak pikiran. Kalau masalahnya selesai, beliau berubah jadi teman curhat yang paling bijaksana kok,” cuapnya.
Lain ladang, lain belalang. Beda orang, beda pula pemikiran. Ortu gampang tersinggung nggak melulu karena beban pikiran. Inilah pendapat Dwi Fajar Kurniawan dari Unesa. Menurutnya, gampang tersinggung itu hak ortu. “Ortu kan juga manusia. Masa nggak boleh tersinggung?” ujar Wawan -sapaan akrabnya-.
Ortu Wawan juga begitu. Terkadang, ada masa di mana ortu gampang marah-marah. Tapi, Wawan nggak mempermasalahkan. “Kalau anak-anaknya cowok. Udah gitu pada nakal kayak aku dan saudaraku, wajar dong kalau mereka sampai gitu,” ujanya seraya tertawa.
Pendapat wajar juga dilontarkan Hamdan Ananda di SMKN 1. Namun, cowok ini lebih setuju kalau segudang masalah adalah penyebab ortu sensitif. “Kalau banyak problem yang harus dipecahin, wajar deh kalau ortu jadi sedikit sensi,” ujarnya.
Menurut responDet, ortu gampang tersinggung itu wajar. Tapi, tidak bagi Desi Maelani dari Unitomo. Dia keukeuh masuk list DetEksiholic yang nggak setuju sama hal itu. “Ortu kan jadi contoh buat anak-anaknya. Kalau memang lagi banyak masalah, usahakan untuk tidak melampiaskan kemarahan pada anak-anaknya,” ujarnya






